Tampilkan postingan dengan label bla. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bla. Tampilkan semua postingan

11 November 2010

kata yang (sempat) terlupakan

Tiba-tiba saja tadi sore membicarakan hal serius dengan @adindayu tentang betapa salutnya kita pada seorang teman :)
Yang pada akhirnya kita membicarakan tentang masalah bersyukur, mengucapkan hamdallah pada pencipta kita..
Ada satu kalimat yang membuat saya berfikir dan akhirnya menganggukan kepala menandakan setuju *belibet deh kata-katanya*
Dinda : "kita harus lebih sering liat 'ke bawah' supaya kita bisa lebih mengharagi hidup dan mensyukuri apa yang telah kita punya"
Saya setuju! Saat ini saya sering melupakan untuk mengucapkan syukur kepada Allah *maaf Ya Allah*
Kita berdua sempat terdiam setelah dinda mengucapkan kalimat tersebut.
Dan (lagi-lagi) saya teringat seorang teman yang pernah berkata "bersyukur itu tidak harus pada saat kita sedang senang, tetapi rasa bersyukur itu harus kita panjatkan sata kita sedang sedih! Kenapa? Karena Allah sayang kita dan menegur kita dengan sebuah masalah yang membuat kita mendekatkan diri padaNya"
Iyaaaaa! Satu juta tiga ratus ribu lima perak saya setuju sekali..
Saat kita memiliki sebuah masalah, satu-satunya cara untuk membuat kita lebih tenang adalah dengan 'curhat' denganNya.
Terimakasih dinda,
Terimakasih teman yang kami berdua bangga memiliki teman sepertimu,
Terimakasih teman yang meningatkan saya dengan kalimatmu,
Terimakasih teman dengan cerita hidupmu
Dan tentu terimakasih Allah, Kau menegurku, semoga dengan teguranMu ini saya menjadi peribadi yang lebih baik *ammmmmmiiiiiiinnnn*
#day 15 without you

menikmati cinta tanpa rasa :)

Menikmati cinta tanpa rasa.
Terinspirasi dari sebuah artikel yang berjudul menikmati cerita tanpa kata, artikel ini menceritakan sebuah pertunjukkan pantomim *iyaaa skripsi saya* *tepok jidat*
Sekilas tentang artikel tersebut *sekilas? Itu mah cuma ngedip* hehe
Menikmati cinta tanpa rasa, emmm bisa jadi kalimat itu ditunjukkan untuk kasih tak sampai kaya padi, tapi bisa juga untuk kisah yang telah usai tetapi masih berharap :)
Pahit? Memang! Tapi terkadang dengan menikmati kita bisa lebih ikhlas..
Walau (terkadang) ada perasaan ingin 'melarang', cemburu, miris, teriris bawang #eh ingin rasanya membicarakannya tetapi sadar diri dan bertanya 'siapa gw buat dia?'
Cinta memang tidak harus selalu memiliki, tapi alangkah indahnya jika cinta kita miliki :)
Cinta tanpa rasa, cinta tanpa kasih sayang.
Layaknya sayur tanpa garam *tiba-tiba ingat lirik lagunya inul*
Cinta tanpa rasa itu bisa jadi senjata makan tuan, kenapa? Saat kita merasa cinta pada seseorang tapi seseorang tak memilik rasa yang sama bukankah itu menjadi sesuatu yang membuatmu sakit hati?
Saat cinta pada seseorang tetapi orang itu tidak memiliki rasa yang sama, tetapi kita merasa memiliki dan menjadikan orang itu malah risih..
Cinta tanpa rasa memang seharusnya tidak kita miliki, tapi saat kita menikmati cinta tanpa rasa tersebut kita akan belajar banyak hal, salah satunya belajar mencintai dia :)
Menikmati cinta tanpa rasa--semoga tanpa rasa itu menjadi ada rasa--
*ps: ini bukan curhatan ko :)*
#day 14 without you
:)