Menikmati cinta tanpa rasa.
Terinspirasi dari sebuah artikel yang berjudul menikmati cerita tanpa kata, artikel ini menceritakan sebuah pertunjukkan pantomim *iyaaa skripsi saya* *tepok jidat*
Sekilas tentang artikel tersebut *sekilas? Itu mah cuma ngedip* hehe
Menikmati cinta tanpa rasa, emmm bisa jadi kalimat itu ditunjukkan untuk kasih tak sampai kaya padi, tapi bisa juga untuk kisah yang telah usai tetapi masih berharap :)
Pahit? Memang! Tapi terkadang dengan menikmati kita bisa lebih ikhlas..
Walau (terkadang) ada perasaan ingin 'melarang', cemburu, miris, teriris bawang #eh ingin rasanya membicarakannya tetapi sadar diri dan bertanya 'siapa gw buat dia?'
Cinta memang tidak harus selalu memiliki, tapi alangkah indahnya jika cinta kita miliki :)
Cinta tanpa rasa, cinta tanpa kasih sayang.
Layaknya sayur tanpa garam *tiba-tiba ingat lirik lagunya inul*
Cinta tanpa rasa itu bisa jadi senjata makan tuan, kenapa? Saat kita merasa cinta pada seseorang tapi seseorang tak memilik rasa yang sama bukankah itu menjadi sesuatu yang membuatmu sakit hati?
Saat cinta pada seseorang tetapi orang itu tidak memiliki rasa yang sama, tetapi kita merasa memiliki dan menjadikan orang itu malah risih..
Cinta tanpa rasa memang seharusnya tidak kita miliki, tapi saat kita menikmati cinta tanpa rasa tersebut kita akan belajar banyak hal, salah satunya belajar mencintai dia :)
Menikmati cinta tanpa rasa--semoga tanpa rasa itu menjadi ada rasa--
*ps: ini bukan curhatan ko :)*
#day 14 without you
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar